Jangan Sampai Salah, Ini Ciri-Ciri Kontraksi Asli

Jangan Sampai Salah, Ini Ciri-Ciri Kontraksi Asli

December 28, 2020 Off By admin

Bagi para ibu yang baru pertama kali mengandung, mungkin akan sedikit kesulitan untuk membedakan antara kontraksi palsu dan kontraksi asli menjelang waktu melahirkan. Hal ini adalah wajar dan tidak perlu merasa khawatir. Untuk mengurangi rasa khawatir, sebaiknya ketahui beberapa ciri-ciri kontraksi asli menjelang waktu melahirkan berikut ini.

Mengetahui ciri kontraksi ini sangat penting agar ibu hamil bisa segera diberikan penanganan jika hari kelahiran sudah mulai dekat. Tanpa pengetahuan ini, bisa jadi ketika sudah menuju ke dokter kandungan ternyata hanyalah kontraksi palsu. Sebaliknya, ketika menganggap bahwa kontraksi tersebut palsu, ternyata benar-benar akan melahirkan.

Ciri-Ciri Kontraksi Asli Menjelang Melahirkan

  1. Merasa mual

Rasa mual memang sangat identik dengan kehamilan. Mual kerap dirasakan ibu hamil ketika memasuki trimester pertama. Namun, tidak hanya di masa tersebut, mual juga kerap dirasakan ketika masa melahirkan semakin dekat. Rasa mual ini biasanya juga diiringi dengan diare. Saat terjadi kontraksi asli, rasa mual ini akan sering muncul.

  1. Keluar lendir di dekat leher rahim

Ciri berikutnya dari kontraksi asli adalah munculnya lendir di bagian dekat leher rahim. Lendir ini sebenarnya berfungsi untuk melindungi bayi dari bakteri ketika proses melahirkan. Ketika serviks mulai melebar dan melunak, lendir ini akan keluar. Warna lendir ini bisa berupa kecokelatan atau seperti noda darah dan akan muncul beberapa hari sebelum persalinan.

  1. Serviks mulai melebar

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ketika ibu hamil benar-benar akan memasuki masa persalinan, serviks akan mulai melebar. Hal ini bertujuan untuk memudahkan proses melahirkan. Ketika mengunjungi dokter untuk memeriksa kandungan, biasanya dokter akan memeriksa apakah leher rahim sudah melebar atau belum.

Perbedaan Kontraksi Palsu dan Asli

Kontraksi palsu atau kontraksi Braxton Hicks adalah cara tubuh mempersiapkan diri menjelang masa kelahiran. Ciri dari kontraksi palsu adalah merasa mulas dan kenang, tetapi rasa ini hanya datang dan pergi begitu saja. Selain itu, pola kontraksi ini cenderung tidak teratur dengan durasi yang tidak lama. Kontraksi bisa terjadi selama 2 menit, 6 menit, kemudian 10 menit, dan kembali ke 2 menit.

Kontraksi palsu biasanya akan berhenti tiba-tiba setelah ibu hamil melakukan gerakan seperti berjalan atau mengubah posisi tubuh. Tidak adanya air ketuban yang pecah atau munculnya bercak darah juga menandakan bahwa kontraksi tersebut adalah kontraksi palsu. Untuk meredakan nyeri kontraksi palsu, ibu hamil disarankan untuk berendam di air hangat.

Pada intinya, kontraksi asli sering terjadi ketika masa kehamilan tua dengan frekuensi dan pola yang teratur. Kontraksi ini juga tidak akan hilang ketika ibu hamil bergerak atau mengubah posisi. Beberapa ibu hamil merasakan ini seperti kram haid yang sangat kuat. Ketika muncul tanda-tanda seperti di atas, artinya ibu hamil harus segera melakukan persiapan untuk persalinan.